welcome

this is about my life, my friend, and all about what I think maybe its you :D keep enjoy!

Sabtu, 12 Maret 2011

kahlil gibran

gue mau cerita sedikit tentang idola gue ini, awal gue bisa idolain dia garagra baca buku di perpus sekolah gue lupa judulnya apa yg isinnya jg lupalupa inget :p hahaha tentang dia sm seorang wanita yg dia cintai mereka menyalurkannya lewat katakata ya lumayan sulit dimengerti yg jelas so sweeeeeet, dan gue sempet beberapa kali baca di toko buku puisi-puisi cintanya dan sangatsangat romantisssss, menyentuuuh bikin gue gila bacanyaa *lebay haha tp sampe skrg blm kesampean beli bukunyaaaa hikhiks aaah pengen bgttttt beli, huuuuuu siapa aja yg baca blog ini beliin gue dooooong bukunya kahlil gibraaaaan.

oke, kahlil gibran lahir di basyari, libanon. Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, diaa pindah ke boston amerikaa serikat. selama disana gibran diisi dengan masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. tetapi haanya berlangsung selama 3tahun setelah itu dia kembali ke beirut, di mana dia belajar di Madrasah Al-Hikmat.
Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.

Gibran menulis drama pertamanya di paris dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, "Spirits Rebellious" ditulis di Boston dan diterbitkan di new york city, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang menyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gerejaa maronit. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Masa-masa pembentukan diri selama di Paris cerai-berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.

Gibran segera kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan maret dan juni tahun 1903. Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Foto Kahlil Gibran oleh fred holland day, skt. 1898.

Di tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan's Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.

Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.


karya-karyaannya :

karya pertmanya dalam bahasa Inggris, "The Madman", "His Parables and Poems". Setelah "The Madman", buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah "Twenty Drawing". "The Forerunne". "sang nabi".
karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris

Gibran menyelesaikan "Sand and Foam" tahun 1926, dan "Jesus the Son of Man" pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, "Lazarus" pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan "The Earth Gods" pada tahun 1931. Karyanya yang lain "The Wanderer", yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain "The Garden of the Propeth".

kematian :

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hepaatis dan tuberkulosis , tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke st. vincent's hospital di Greenwich Village.(sumber:wikipedia)


beberapa puisinya dan isi dr karyanya:

sayap-sayap patah

Wahai Langit

Tanyakan pada-Nya

Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini

Begitu rapuh dan mudah terluka

Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta

Begitu kuat dan kokoh

Saat berselimut cinta dan asa

Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu

Didalam hati ini

Mengisi kekosongan di dalamnya

Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih

Menimbulkan segudang tanya

Menghimpun berjuta asa

Memberikan semangat

juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira

Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa

Menghimpit bayangan

Menyesakkan dada..

Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa

Wahai ilalang

Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini

Mengapa kau hanya diam

Katakan padaku

Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..

Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..

Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali

Desiran angin membuat berisik dirimu

Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku

Aku tak tahu apa maksudmu

Hanya menduga

Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana

Menunggumu dengan setia

Menghargai apa arti cinta

Hati yang terjatuh dan terluka

Merobek malam menoreh seribu duka

Kukepakkan sayap-sayap patahku

Mengikuti hembusan angin yang berlalu

Menancapkan rindu

Disudut hati yang beku

Dia retak, hancur bagai serpihan cermin

Berserakan

Sebelum hilang di terpa angin

Sambil terduduk lemah

Ku coba kembali mengais sisa hati

Bercampur baur dengan debu

Ingin ku rengkuh

Ku gapai kepingan di sudut hati

Hanya bayangan yang ku dapat

Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya

Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini

Ia telah patah

Tertusuk duri-duri yang tajam

Hanya bisa meratap

Meringis

Mencoba menggapai sebuah pegangan


anak

Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya

berkata, Bicaralah pada kami perihal Anak.

Dan dia berkata:

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu

Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri

Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu

Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu

Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka

Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau

kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan mereka

sepertimu

Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang

hidup diluncurkan

Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu

dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan

cepat dan jauh.

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan

Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga

mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

(Dari 'Cinta, Keindahan, Kesunyian')